Memilih bahan
Membedakan bahan organik yang sesuai dan yang perlu dihindari selama fermentasi.
Pelajari cara memilih bahan, menghitung komposisi, melakukan fermentasi, dan memantau hasilnya melalui panduan praktis yang dapat diterapkan dari rumah.

Eco-enzyme adalah cairan hasil fermentasi gula, air, serta sisa buah dan sayuran. Keberhasilan proses dimulai dari bahan dan komposisi yang tepat.
Membedakan bahan organik yang sesuai dan yang perlu dihindari selama fermentasi.
Menerapkan rasio gula, bahan organik, dan air secara tepat dengan panduan interaktif.
Mengenali perubahan normal serta mengambil tindakan ketika proses membutuhkan perhatian.
Masukkan jumlah air yang akan digunakan. Kalkulator akan menyesuaikan gula dan bahan organik berdasarkan rasio 1 : 3 : 10.
Batas perhitungan 0,5–100 liter air.
1 kg
Gula merah / molase
3 kg
Sisa buah & sayur
10 liter
Air bersih
Gunakan wadah plastik bermulut lebar yang dapat ditutup, lalu sisakan ruang kosong sekitar 20% untuk menampung gas fermentasi.
Siapkan seluruh bahan sebelum memulai agar komposisi dan kebersihan tetap terjaga.
Gunakan wadah plastik bermulut lebar yang bersih, kering, dan memiliki tutup. Hindari wadah kaca karena tekanan gas dapat meningkat.
Campurkan gula merah, gula aren, atau molase dengan air sesuai hasil kalkulator sampai cukup larut.
Cacah kulit buah dan sisa sayuran agar ukurannya lebih kecil sehingga permukaannya lebih mudah terfermentasi.
Masukkan bahan organik ke dalam larutan gula. Pastikan seluruh bahan basah dan sisakan ruang kosong sekitar 20% pada wadah.
Tutup wadah, lalu tuliskan tanggal pembuatan dan perkiraan waktu panen agar proses mudah dipantau.
Simpan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik. Pantau tekanan wadah dan kondisi campuran secara berkala.
Hari 1
Periksa kembali rasio, tutup, ruang kosong, dan label tanggal.
Minggu awal
Buka tutup sebentar secara hati-hati bila wadah mengembang, lalu tutup kembali.
Bulan 1–2
Amati warna, aroma asam-manis, serta pastikan bahan tetap berada dalam cairan.
Sekitar bulan ke-3
Pisahkan cairan dari residu, beri label, lalu simpan dalam wadah tertutup.
Aroma fermentasi dan warna cairan yang makin cokelat umumnya merupakan perubahan yang diharapkan.
Dapat muncul pada permukaan. Pastikan bahan tetap terendam dan amati perubahan berikutnya.
Hentikan penggunaan hasil, pisahkan dari area pengolahan makanan, dan evaluasi kebersihan serta komposisi bahan.
Pisahkan cairan dari residu menggunakan saringan bersih. Simpan keduanya dalam wadah berlabel agar tidak tertukar dengan bahan pangan.
Catatan keselamatan
Pisahkan sampah organik terlebih dahulu, ambil sisa buah dan sayuran yang sesuai, lalu olah melalui fermentasi eco-enzyme.
Pelajari Cara Memilah Sampah