Peta Wilayah Kelurahan Mijen
Peta Wilayah dan Mitigasi RW 05 Kelurahan Mijen
Gambaran wilayah cakupan Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 05 Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Peta Fasilitas Pendukung Program ProKlim RW 05 Kelurahan Mijen
Peta ini menunjukkan sebaran fasilitas yang mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 05 Kelurahan Mijen. Fasilitas yang ditampilkan meliputi sendang, komposter, bank sampah, Taman Kanak-Kanak (TK), dan puskesmas.
Dari peta terlihat bahwa sebagian besar fasilitas berada di bagian utara RW 05, sedangkan dua sendang berada di sisi timur kawasan. Informasi ini membantu masyarakat mengetahui lokasi fasilitas lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan konservasi air, pengelolaan sampah, serta edukasi lingkungan.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah RW 05 memiliki potensi kerawanan rendah hingga sedang, namun terdapat beberapa titik dengan potensi lebih tinggi yang perlu mendapat perhatian, terutama saat musim kemarau dan pada area yang masih terdapat kebiasaan membakar sampah.
Peta ini juga menjadi dasar dalam penyusunan program kerja KKN, seperti revitalisasi sendang, pembuatan komposter, edukasi pengelolaan sampah organik, serta penyusunan rute kegiatan dan penyebaran media edukasi agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Peta Persebaran Sendang RW 05 Kelurahan Mijen
Peta Detail RW 05 Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menyajikan informasi spasial mengenai batas administrasi, jaringan jalan, serta persebaran fasilitas umum dan sarana pendukung masyarakat di wilayah RW 05. Peta ini disusun sebagai media informasi untuk memudahkan masyarakat maupun pihak luar dalam mengenali kondisi kewilayahan, lokasi setiap RT, serta fasilitas penting yang tersedia di lingkungan RW 05.
Secara administratif, wilayah RW 05 terdiri atas lima Rukun Tetangga (RT 01 sampai RT 05) yang masing-masing ditampilkan dengan batas RT yang jelas pada peta. Selain batas RT, peta juga menunjukkan batas RW sebagai batas administrasi utama wilayah kajian. Informasi ini penting untuk mendukung pendataan wilayah, perencanaan kegiatan masyarakat, serta pelaksanaan program pembangunan dan pengabdian masyarakat.
Peta dilengkapi dengan lokasi rumah Ketua RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05, sehingga memudahkan koordinasi dan pencarian titik pelayanan administratif di tingkat lingkungan. Lokasi rumah Ketua RW 05 juga ditampilkan sebagai pusat koordinasi kegiatan kemasyarakatan di wilayah tersebut.
Selain informasi administrasi, peta ini memuat berbagai fasilitas umum dan sarana pendukung masyarakat, antara lain Masjid Baitul Muqorobin, TK Among Tresno, Posyandu, Bank Sampah Mekar Sejahtera, komposter, titik kumpul evakuasi, Sendang Gedhe, dan Sendang Telogo. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut menunjukkan bahwa RW 05 tidak hanya memiliki fungsi permukiman, tetapi juga didukung oleh sarana pendidikan, kesehatan, keagamaan, pengelolaan lingkungan, serta sumber daya air komunal yang penting bagi masyarakat. Peta juga dilengkapi dengan inset lokasi penelitian yang menunjukkan posisi RW 05 di dalam wilayah Kelurahan Mijen, serta QR Code yang dapat dipindai untuk memperoleh informasi lokasi secara digital melalui layanan peta daring.

Peta Mitigasi Kebakaran Lahan RW 05
Peta ini disusun sebagai salah satu upaya mitigasi kebakaran lahan di RW 05 Kelurahan Mijen. Pemetaan dilakukan menggunakan citra satelit Sentinel-2A dengan analisis Normalized Burn Ratio (NBR) dan Differenced Normalized Burn Ratio (dNBR) untuk mengidentifikasi tingkat potensi kerawanan kebakaran berdasarkan kondisi vegetasi dan tutupan lahan.
Pada peta, warna biru menunjukkan potensi kerawanan rendah, kuning menunjukkan potensi sedang, sedangkan merah menunjukkan potensi tinggi. Selain itu, peta juga menampilkan lokasi fasilitas penting seperti sendang, bank sampah, komposter, puskesmas, dan taman kanak-kanak.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah RW 05 memiliki potensi kerawanan rendah hingga sedang, namun terdapat beberapa titik dengan potensi lebih tinggi yang perlu mendapat perhatian, terutama saat musim kemarau dan pada area yang masih terdapat kebiasaan membakar sampah.
Peta ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan lokasi prioritas untuk kegiatan edukasi, pemasangan papan imbauan, serta penyusunan langkah-langkah mitigasi kebakaran sehingga masyarakat dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Peta Persebaran Sendang Kelurahan Mijen
Peta ini disusun sebagai salah satu upaya mitigasi kebakaran lahan di RW 05 Kelurahan Mijen. Pemetaan dilakukan menggunakan citra satelit Sentinel-2A dengan analisis Normalized Burn Ratio (NBR) dan Differenced Normalized Burn Ratio (dNBR) untuk mengidentifikasi tingkat potensi kerawanan kebakaran berdasarkan kondisi vegetasi dan tutupan lahan.Sendang merupakan mata air alami yang muncul di permukaan tanah dan dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam konteks geologi, sendang terbentuk ketika air hujan meresap ke dalam tanah, tersimpan di lapisan batuan yang mampu meloloskan air (akuifer), kemudian keluar kembali ke permukaan pada tempat-tempat tertentu akibat pengaruh topografi dan perbedaan sifat batuan. Keberadaan sendang sering menjadi penanda alami adanya sistem aliran air tanah di bawah permukaan.
Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, memiliki kondisi geologi yang mendukung terbentuknya sendang. Wilayah ini didominasi oleh Formasi Damar berumur Kuarter (Plistosen) yang tersusun atas batupasir tufan, konglomerat, dan breksi vulkanik hasil pengendapan material vulkanik Gunung Ungaran purba. Batupasir tufan dan konglomerat memiliki pori-pori dan rekahan yang memungkinkan air hujan meresap dan tersimpan, sedangkan breksi vulkanik yang lebih padat berperan sebagai lapisan yang menghambat pergerakan air ke bawah. Ketika air tanah yang mengalir di dalam lapisan permeabel bertemu dengan lapisan yang lebih kedap dan posisi lereng memungkinkan, air tersebut akan muncul ke permukaan sebagai mata air yang dikenal masyarakat sebagai sendang.
Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, terdapat tujuh sendang yang tersebar di beberapa RW di Kelurahan Mijen, yaitu Sendang Kemantren (RW 7), Sendang Wetan (RW 6 RT 3), Sendang RW 4 RT 2, Sendang Gondang (RW 4 RT 4), Sendang Gendol (RW 4 RT 8), Sendang Telogo (RW 5 RT 3), dan Sendang Gedhe (RW 5 RT 3). Persebaran titik-titik tersebut tidak terjadi secara acak, tetapi mengikuti kondisi lereng dan jalur aliran air tanah. Tiga sendang di RW 4 berada relatif berdekatan dan menunjukkan adanya zona keluarnya air tanah pada bagian tengah kelurahan. Sendang Telogo dan Sendang Gedhe berada di bagian timur hingga tenggara, sedangkan Sendang Kemantren dan Sendang Wetan terletak lebih terpisah di bagian barat wilayah.
Keberadaan tujuh sendang tersebut tidak hanya penting sebagai sumber air komunal, tetapi juga mencerminkan sistem hidrogeologi alami Kelurahan Mijen. Oleh karena itu, pelestarian vegetasi, perlindungan daerah resapan, dan pengelolaan lingkungan di sekitar sendang menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sumber air dan keseimbangan lingkungan di wilayah Mijen.